Sebuah Refleksi Diri

Monday, March 20, 2006

Serunya Nonton F1 GP

Ketika menyaksikan siaran langsung Formula 1 (F1) GP di Sepang, Malaysia, kemarin ada teman yang menanyakan kepada saya “Apa sih serunya nonton F1?” Karena nggak mau bertele – tele, saya jawab “Ya seru aja.” Mungkin jawaban tersebut tidak memuaskan bagi si penanya. Saya beranggapan bahwa si penanya tidak menyukai balapan F1, jadi percuma saja saya jelaskan panjang lebar toh dia tidak tertarik terhadap F1. Atau setelah saya kasih tau alasannya dia bisa jadi tertarik dengan F1?

Saya menyukai balapan F1 sejak tahun 1998, ketika itu sedang terjadi perebutan juara dunia antara Michael Schumacher dari tim Ferrari dan Mika Hakkinen dari tim McLaren-Mercedes. Namun akhirnya dimenangkan oleh Mika Hakkinen pada tahun tersebut.

Ada beberapa faktor yang membuat saya tertarik dengan olahraga yang terkenal sangat mahal ini, seperti teknologi yang digunakan dalam balapan F1 adalah teknologi tinggi, itulah sebabnya kenapa olahraga ini menjadi sangat mahal. Bagi tim – tim besar seperti Ferrari, McLaren-Mercedes, maupun Williams mungkin tidak masalah dengan biaya yang begitu besar. Namun bagi tim – tim kecil itu menjadi masalah, hingga ada tim yang tidak berpartisipasi lagi dalam balap jet darat tersebut karena tidak memiliki dana yang cukup.

Teknologi serba mutakhir yang digunakan dalam F1 seperti untuk mesin, sasis, aerodinamika, rem, system elektronika, system keselamatan bagi pembalap, hingga ban. Para engineer mereka harus bisa membuat mesin yang kencang tapi juga memiliki reliabilitas, karena sesuai peraturan musim ini bahwa satu mesin digunakan untuk dua race. Mereka harus bias membuat sasis mobil yang cocok dengan mesin. Aerodinamika yang prima agar bias melahap tikungan dengan kecepatan tinggi tanpa under steer maupun over steer.

Untuk memenangkan sebuah balapan, tidak cukup hanya dengan teknologi yang digunakan dalam sebuah mobil balap F1. Kerja sama tim yang solid dan strategi balap yang digunakan dalam suatu race juga diperlukan, tentunya juga skill dari si pembalap itu sendiri. Tidak jarang strategi pit stop yang tepat jika diterapkan dalam suatu balapan menjadi faktor yang menentukan kemenangan seorang pembalap.

Pemilihan ban yang tepat juga penting. Hal ini pernah terjadi ketika race di sirkuit Indiana Polis, Amerika Serikat. Ketika itu salah satu pabrikan ban tidak mampu memberikan ban yang tepat bagi tim – tim yang di-supply-nya. Karena khawatir terhadap keselamatan pembalap, pabrikan ban tersebut merekomendasikan kepada tim – tim tersebut agar tidak melanjutkan balapan demi keselamatan pembalap. Akibatnya, balapan seri tersebut hanya diikuti oleh tiga tim saja yang menggunakan ban dari pabrikan lain. Banyak penonton yang kecewa terhadap peristiwa tersebut.

Demikian beberapa alas an yang membuat saya tertarik terhadap balapan F1 dan yang membuat balapan jet darat tersebut menjadi sangat seru dan menarik untuk disaksikan. Apakah Anda juga tertarik???

2 Comments:

  • dari dulu aq jg ga suka liat balapan F1. mmm, lebih tepatnya adalah: bingung knapa org2 bisa suka :p
    tapi ternyata sekatang aq jd ktularan mas catur. meskipun ga ngerti2 amat, kalo dia liat, aq juga ikut liat.
    lumayan juga ternyata :D

    By Blogger Yustika, at April 03, 2006 1:33 PM  

  • @ yustika
    ada juga temenku yang tadinya ga suka nonton F1 tapi karena sering ikut nonton F1 bareng sodara ato pamannya, dia sekarang juga suka nonton F1 :D
    biar lebih tau soal F1, baca aja info2 seputar F1, sedikit demi sedikit juga bakal tambah tau :p

    By Blogger frequenzy, at April 03, 2006 2:09 PM  

Post a Comment

<< Home


 

Sejak 13 Februari 2006, Anda pengunjung ke: