Sebuah Refleksi Diri

Monday, July 20, 2009

Saat Berjumpa Dia

Waktu itu saya mempunyai janji untuk bertemu seseorang di sebuah masjid ba'da dhuhur. Sebelum bertemu sempat deg-degan karena belum pernah bertemu sebelumnya secara formal. Ya, sebelumnya saya memang pernah bertemu dengannya meskipun itu tidak disengaja dan hanya sekilas saja. Sebelumnya saya juga hanya melihat fotonya saja. Biasanya apa yang dilihat di foto tidak sama dengan yang sebenarnya. Dan ternyata memang benar apa yang saya lihat di foto berbeda dengan apa yang saya lihat secara langsung. Waktu itu hampir tidak bisa berkata-kata karena ternyata aslinya lebih cantik daripada fotonya, Subhanallah....

Pertemuannya tidak berlangsung lama karena memang hanya direncanakan untuk saling melihat secara langsung saja. Ada sedikit percakapan, tentu saja yang berhubungan dengan rencana ke depan. Selama pertemuan itu dia lebih banyak menunduk daripada bicara. Entah malu, entah gugup atau dua-duanya saya tidak tahu. Peristiwa itu terjadinya tepat setahun yang lalu. Saat ini tinggal menunggu waktu hingga saatnya tiba. Mudah-mudahan dimudahkan segala urusannya. Amiiin...
.

Monday, June 29, 2009

Setahun Kemarin

Hari ini, tepat setahun yang lalu.

Semuanya berawal dari sebuah percakapan sederhana yang akhirnya mampu mengubah segalanya.

Semoga ke depannya akan semakin baik.

Monday, June 08, 2009

Microsoft Save as PDF

Saya mau sedikit berbagi pengalaman berhubungan dengan microsoft word 2007 dan mencetaknya ke dalam format pdf. Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kesulitan dalam mencetak microsoft word 2007 yang di dalamnya terdapat math equation-nya ke dalam format pdf. Jika langsung saya cetak ke dalam format pdf, kebetulan saya hanya punya nitro pdf, hasilnya adalah angka dan simbol pada math equation tidak muncul. Sedangkan jika saya convert dulu ke microsoft word 2003, hasilnya cetakannya akan jelek karena math equation pada microsoft word 2007 jika di-convert ke microsoft word 2003 akan berubah menjadi image dengan kualitas yang jelek.

Setelah mencoba mencari informasi bagaimana cara untuk mencetak math equation pada microsoft word 2007 dengan hasil yang baik, saya mendapatkan
informasi ini: 2007 Microsoft Office Add-in: Microsoft Save as PDF. Software-nya dapat di-download langsung dari microsoft dan gratis. Ukuran filenya juga kecil kurang dari 1 MB. Dengan bantuan software tambahan tersebut saya akhirnya bisa mencetak math equation akan muncul di file pdf sama seperti pada file aslinya. Tentu saja untuk security Anda perlu menggunakan software lain seperti adobe acrobat atau nitro pdf seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Saturday, June 06, 2009

Rujak Bebek (baca: beubeuk)

Sudah lama tidak merasakan rasanya rujak bebek (baca:beubeuk), terakhir kali makan rujak bebek mungkin sekitar 15 tahun yang lalu. Waktu itu saya biasa beli di jakarta ketika musim liburan tiba. Ternyata sensasi rasanya masih sama dengan terakhir kali saya menikmatinya, harganya saja yang sudah berubah (ya iya lah, inflasi aja udah berapa persen). Penyajiannya juga cukup khas yaitu menggunakan daun pisang dan "sendok"nya juga dari daun pisang. Tapi yang saya beli tadi tempatnya bukan dari daun pisang, tapi kertas yang biasanya untuk tempat kue. Namun "sendok"nya masih menggunakan daun pisang. Ketika penjualnya bilang "Pedes apa nggak?" saya jawab "Sedang saja." Tapi ternyata dikasih satu buah cabe yang ukurannya lumayan besar dan benar saja rujaknya jadi pedas. Mungkin harusnya bilang "Nggak pedes" saja karena kadar pedes menurut saya dengan si penjual rujak sepertinya berbeda. Tapi tidak apa-apa setidaknya saya bisa merasakan rujak bebek yang sudah sekian lama tidak merasakannya. Hmmm yummy...

Saturday, May 02, 2009

Seminar Radar Nasional III 2009

Pada hari Kamis tanggal 30 April 2009 saya mengikuti Seminar Radar Nasional III di hotel Savoy Homann, Bandung. Kebetulan dalam seminar tersebut saya bukan sebagai peserta namun sebagai salah satu pemakalah. Sebelum memberikan presentasi oral pada sesi pemaparan makalah yaitu pada pukul 14.00 hingga 16.30, saya sempat deg-degan. Bukan karena harus presentasi di depan orang banyak tetapi karena kehadiran perwakilan dari Agilent di Singapore. Mereka juga memberikan presentasi mengenai produk mereka karena mereka merupakan salah satu sponsor dari kegiatan ini.

Bukan apa-apa, makalah yang akan saya sampaikan simulasinya menggunakan SystemVue dari Agilent. Sedangkan yang saya gunakan adalah bukan versi original alias bajakan karena saya tidak mampu untuk membelinya. Jangankan saya, laboratorium pun belum tentu mampu membelinya karena harganya yang sangat mahal. Saya dengan mereka pernah berdiskusi melalui email dan telepon mengenai software tersebut. Namun waktu itu tidak saya lanjutkan diskusinya karena waktu itu saya hanya mau minta versi trialnya saja namun mereka tidak bersedia memberikannya. Nah, yang saya takutkan adalah ketika mereka membaca makalah saya dan mereka melihat gambar yang dihasilkan dari SystemVue kemudian mereka bertanya kepada saya sedangkan saya tidak memiliki license-nya. Akhirnya power point-nya saya edit lagi untuk menghilangkan beberapa bagian yang berhubungan dengan SystemVue. Tapi alhamdulillah persentasinya berjalan lancar dan apa yang saya khawatirkan sebelumnya tidak terjadi.


Salah satu hal yang membanggakan adalah pada acara itu dilakukan peresmian radar pertama buatan anak bangsa yang diberi nama Indonesian Radar I (IndRa I). Untuk berita lengkapnya bisa dibaca di
sini. Ayo saatnya bangsa Indonesia mandiri!!!

Wednesday, April 29, 2009

English Conversation with Mr. Ligthart

Saya merupakan orang yang kurang pede kalo ngomong bahasa Inggris karena bahasa Inggris saya memang pas-pasan :"> Namun hari ini saya terpaksa melakukannya karena harus bertemu dengan Prof. Leo P. Ligthart dari TU Delft untuk mendemonstrasikan transceiver SFCW-GPR hasil penelitian LTRGM ITB kerja sama dengan IRCTR. Meskipun agak kurang lancar tapi Mr. Ligthart ngerti juga apa yang saya omongin dan untungnya beliau ngomongnya juga pelan-pelan jadi lebih mudah dimengerti hehehe.... Percakapannnya kebanyakan tanya jawab seputar hardware dan pemrosesan sinyal SFCW GPR seperti nanya tentang modul-modul yang ada serta fungsinya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sekali sweep, apakah level sinyalnya sama atau tidak untuk rentang frekuensi yang digunakan, algoritma rekonstruksi dari domain frekuensi ke domain waktu, dll.

Secara umum Mr. Ligthart cukup senang melihat hasil penelitian kami. Beliau juga memberi kritik dan saran untuk penelitian ke depan. Mudah-mudahan dengan ini kerja sama antara ITB dengan TU Delft semakin baik dan program double degree dapat segera terwujud.


Dan menurut saya bahasa itu memang harus dipraktekkan. Kalau hanya dipelajari di kelas atau sekedar baca buku sulit untuk berkembang. Masalahnya kalo kita hidup di lingkungan sendiri mau ngomong bahasa Inggris sama siapa? Salah satu caranya adalah ngobrol dengan orang asing karena mau tidak mau kita harus menggunakan bahasa Inggris. Atau kita tinggal beberapa lama di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris. Di sana kita dipaksa untuk menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara dengan orang lain kalau tidak mau menggunakan bahasa tarzan :p mudah-mudahan saja segera mendapat beasiswa ke luar negeri biar bahasa Inggris-nya tambah lancar hehehe...

Thursday, April 16, 2009

Kartu ATM Gold

Tadi pagi rencananya saya mau transfer sejumlah uang melalui ATM kepada teman saya yang sudah meminjamkan kartu kreditnya untuk membeli filter dari mini-circuits. Maklum karena saya belum punya kartu kredit jadi harus pinjem kartu kredit temen untuk melakukan pembelian secara online via internet. Langkah-langkahnya seperti biasa. Masukkan kartu ATM k mesin ATM, pilih bahasa, masukkan nomor PIN, pilih menu transfer, masukkan no rekening yang dituju, kemudian masukkan jumlah uang yang ingin ditransfer. Jika berhasil akan muncul tulisan yang menanyakan apakah ingin melakukan transaksi lainnya atau tidak.

Namun kali ini berbeda. Tiba-tiba muncul tulisan yang mengatakan bahwa kartu ATM saya sudah tidak berlaku. Saya kaget karena sebelumnya lancar-lancar saja jika melakukan transaksi menggunakan ATM. Setelah kartu ATM-nya keluar dari mesin ATM saya langsung cek kartu ATM saya. Dan ternyata memang benar masa berlaku kartu ATM saya hanya sampai bulan Maret 2009. Jadi :">


Karena kebetulan lokasi mesin ATM-nya ada di bank yang bersangkutan, saya langsung masuk ke bank menuju ke customer service (CS) dan kebetulan lagi sepi jadi saya tidak perlu mengantri :D Setelah sampai di meja CS saya bilang bahwa kartu ATM saya masa berlakunya sudah habis.


CS: "Kartu ATM-nya mau yang ada namanya atau tidak? Kalau yang ada namanya jadinya 2 minggu lagi, kalau yang tidak ada namanya bisa jadi hari ini juga."

Me: *karena saya butuh untuk transfer uang secepatnya, maka saya bilang "Yang nggak ada namanya saja."
CS: "Mau yang silver, gold, atau platinum?"
Me: "Yang silver saja." *disesuaikan dengan kebutuhan saja :D
CS: "Maaf pak kalau yang silver stoknya tidak ada."
Me: *dong dong dong..."Yaudah deh yang gold saja." *toh suatu saat bahkan besok bisa diganti lagi kartunya :p

Akhirnya saya pun keluar dari bank tersebut -dengan terlebih dahulu meminta nomor PIN- dengan membawa kartu ATM gold :-o padahal saya belum perlu-perlu amat dengan gold. Dengan yang silver saja menurut saya sudah cukup untuk saat ini. Biaya administrasinya bedanya lumayan soalnya. Besok, pekan depan, atau saat saya ada waktu lagi saya akan ganti kartu itu menjadi silver lagi saja dan ada namanya :D

Saturday, March 28, 2009

Janji Suci



Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Akulah yang terbaik untukmu…


By Yovie & Nuno

Wednesday, February 18, 2009

Ground Plane

Beberapa waktu yang lalu saya membeli antena monopole dari salah satu perusahaan di Amerika. Saya memutuskan membeli antena tersebut karena beberapa pertimbangan seperti frekuensi kerja, bandwidth, dan gain. Semuanya memenuhi persyaratan. Saya berencana membeli 2 buah dengan pertimbangan jika salah satu sedang digunakan atau rusak bisa digantikan dengan yang satunya lagi. Waktu itu karena saya tidak punya kartu kredit mencoba melakukan pembayaran dengan wired transfer. Tapi karena saya hanya membeli 2 buah dan saya baru pertama kali beli antena di tempat itu, mereka menyarankan pembayarannya dilakukan menggunakan kartu kredit saja. Akhirnya dengan kartu kredit pinjaman saya berhasil melakukan transaksi.

Satu hari kemudian saya mendapat email dari mereka yang isinya mengabarkan bahwa antena pesanan saya sudah dikirim. Waktu itu pengirimannya menggunakan US Postal karena saya pikir biayanya lebih murah daripada DHL atau Fedex. Usut punya usut setelah saya diberitahu teman saya bahwa US Postal itu sama dengan PT. Pos Indonesia. Langsung saja terbesit dalam pikiran bahwa barangnya akan lama sampainya. Dan benar saja barangnya baru sampai 2 minggu kemudian. Itu pun saya harus melakukan tracking ke PT. Pos Indonesia yang bekerja sama dengan US Postal dan saya telp ke PT. Pos Indonesia yang berada di jalan Soekarno Hatta Bandung. Mereka bilang bahwa mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan jika ada paket dari Amerika untuk saya. Tapi hingga saya ambil saya belum menerima surat pemberitahuan itu. Surat pemberitahuannya sampai ke saya beberapa hari kemudian :-o


Setelah antenanya saya ambil beberapa hari kemudian saya melakukan pengukuran VSWR menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Dari pengukuran pertama hasilnya sangat mengecewakan karena VSWR-nya adalah 5 untuk frekuensi 404 MHz padahal spesifikasinya 1.1xxx. Kedua antena hasilnya tidak jauh berbeda. Saya penasaran kenapa hasilnya berbeda jauh dengan spesifikasi. Akhirnya saya coba buka website-nya lagi dan di sana ternyata ada tulisan yang mengatakan bahwa antena tersebut membutuhkan ground plane. Namun di situ tidak dijelaskan berapa ukurannya dan materialnya apa. Akhirnya saya coba menggunakan logam seadanya dan saya menemukan pelat aluminium dengan luas sekitar 15 cm x 15 cm. Keesokan harinya saya test lagi menggunakan VNA dan hasilnya cukup menggembirakan meskipun belum sesuai dengan spesifikasi yaitu frekuensi tengahnya sekitar 430 MHz. Kemudian dicoba diberi logam tambahan sehingga luas ground plane lebih besar dari sebelumnya. Dan ternyata frekuensi tengahnya bergeser ke bawah (ke frekuensi yang lebih rendah). Akan tetapi dari pengukuran yang kedua tersebut saya tahu bahwa dengan menambah luas ground plane frekuensi tengahnya akan bergeser ke frekuensi yang lebih rendah.


Keesokan harinya setelah pengukuran yang kedua saya kirim email ke Mr. Myers (tempat saya membeli antena). Di dalam email tersebut saya menanyakan ukuran dimensi ground plane dan jenis logam yang sebaiknya digunakan. Namun hingga kemarin belum juga ada balasan. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat ground plane baru dengan ukuran 40 cm x 40 cm dengan pertimbangan ukuran tersebut cukup luas dan seandainya setelah diukur frekuensi tengahnya terlalu ke bawah pelat aluminiumnya bisa dipotong hingga diperoleh hasil yang diinginkan. Hari ini saya melakukan pengukuran lagi dari jam 2 hingga jam 3 sore. Dan Alhamdulillah hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan yaitu frekuensi tengahnya di sekitar 404 MHz seperti tampak pada gambar di bawah ini.




Setelah saya kembali ke PAU dan mengecek email saya memperoleh balasan dari Mr. Myers. Padahal saya kirim emailnya sudah sejak seminggu yang lalu. Isi emailnya seperti ini:

Dear Tommi:

I just noticed your e-mail. Sorry for the delayed response.

Our technicians normally tune UHF antennas on a 24" x 24" (61 cm x 61
cm) sheet of Aluminum (ground plane). Minimum ground plane size for a
stable VSWR should be approximately 35 cm x 35 cm. The plane in the
photograph attached to your e-mail is fairly small: I am guessing it
is 10 cm x 10 cm, which is too small as a counterpoise, causing the
tuning to shift to a higher frequency (normal behavior). A larger
sheet of metal will cure this.

Please let me know by e-mail if you need any additional support, or
if I can be of further service.



Regards,

Dr. S. Myers, P.E., Pres.

Dari email tersebut dapat dilihat bahwa ukuran ground plane mernurut mereka minimal 35 cm x 35 cm sedangkan yang saya buat adalah 40 cm x 40 cm artinya ukuran tersebut sudah memenuhi syarat minimum agar diperoleh VSWR yang konstan. Padahal jika antena tersebut memang membutuhkan ground plane dan ukuran ground plane mempengaruhi nilai impedansi yang berakibat pada VSWR, seharusnya mereka memberikan informasi kepada customer tentang ukuran dimensi ground plane.

Tuesday, January 20, 2009

Sistem Penilaian Baru

Ujian akhir semester telah usai. Daftar nilai pun sudah terpampang di papan pengumuman. Namun ada yang berbeda dibandingkan dengan semester-semester sebelumnya. Jika sebelumnya saya hanya dapat melihat nilai A, B, C, D, dan E, mulai semester ini ada nilai lain selain nilai-nilai tersebut yaitu AB dan BC.

Mulai semester ini ITB memberlakukan sistem penilaian baru. Jika sebelumnya menggunakan sistem lama yaitu A = 4, B = 3, C = 2, D = 1, dan E = 0. Sekarang ada tambahan AB = 3.5 dan BC = 2.5. Meskipun hanya berbeda 0.5 namun itu cukup berarti bagi mahasiswa yang nilainya ada di perbatasan. Seperti misalnya batas nilai A adalah yang nilai totalnya lebih besar atau sama dengan 80 dan nilai B adalah lebih besar atau sama dengan 70 tetapi kurang dari 80. Jika menggunakan sistem lama mahasiswa yang mendapatkan nilai 79 akan mendapatkan nilai B. Atau banyak mahasiswa yang biasanya menyebut B 'gemuk'. Mungkin bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai 79 akan berat hati karena mendapatkan nilai B padahal 1 poin lagi dia bisa mendapatkan nilai A.


Dengan sistem penilaian yang baru mahasiswa tersebut bisa sedikit tersenyum karena tidak harus mendapatkan nilai B karena sekarang sudah ada nilai AB sehingga dengan nilai 79 dia bisa mendapatkan nilai AB seandainya nilai AB diberikan jika nilai totalnya adalah lebih besar atau sama dengan 75 tetapi kurang dari 80. Jika sks mata kuliah tersebut adalah 3 sks maka mahasiswa tersebut mendapatkan tambahan 0.5x3 = 1.5 poin. Kelihatannya sedikit tetapi jika ada 12 sks misalnya maka bisa ada tambahan sebesar 6 poin. Meski lebih kecil dari A namun nilai AB masih lebih besar dari B. Jadi bersyukurlah bagi mahasiswa sekarang karena menurut saya dengan sistem penilaian baru itu bisa menguntungkan bagi mahasiswa. Coba sistem ini sudah berlaku ketika saya masih kuliah S1 dulu, IPK saya bisa naik tuh *hehehe...

Friday, January 16, 2009

Drive Test

Kemarin capek banget. Berangkat ke Jakarta dari Bandung jam 6 pagi pulang lagi ke Bandung sampai di Bandung jam 11 malem. Kemarin saya harus ke Jakarta atas permintaan klien untuk melakukan drive test BWA 2 10.5 GHz. Agak kecewa juga sebenarnya karena hasil yang diperoleh masih sangat kurang dari apa yang ditargetkan.

Pihak klien minta agar kami sampai di sana sebelum jam 9 pagi karena mereka bilang akan mulai drive test jam 9. Untuk itu kami rencananya akan berangkat dari bandung jam 5 pagi. Kami menyewa mobil dari Bandung karena klien juga minta kepada kami untuk membawa mobil dari Bandung agar bisa digunakan untuk drive test. Kami memesan mobil kijang dan bilang kepada sopirnya bahwa kami akan berangkat jam 5. Saya sudah bilang kepada teman saya agar berangkatnya jam 6 saja karena kalau jam 5 masih terlalu pagi dan dingin karena akhir-akhir ini udara di Bandung dingin banget karena hampir setiap hari hujan. Tetapi teman saya sudah terlanjur bilang ke sopirnya berangkat dari Bandung jam 5 dan katanya bakal macet di tol dalam kota Jakarta. Akhirnya saya coba untuk bangun lebih pagi. Saya bangun jam 4 pagi dan langsung mandi. Brrrrrrrr dingin banget. Airnya sedingin air es. Selesai mandi langsung shalat subuh. Tapi ternyata kemarin subuh Bandung sudah diguyur hujan jadi saya tidak bisa ke kampus (janjian untuk ketemuan di gerbang depan ITB). Akhirnya saya sms teman saya tadi untuk ikut nebeng ke kampus karena dia membawa mobil. Dan ternyata berangkatnya molor lebih dari jam 5 bahkan hampir jam 6 karena anggota tim yang satu lagi belum dateng :-o


Selama perjalanan hujan deras dan sempat khawatir karena sehari sebelumnya ada berita ada tanah longsor di km 114 tol cipularang. Tapi alhamdulillah selamat sampai di jakarta. Tidak jauh setelah keluar pintu tol Pondok Gede langsung disambut dengan macet. Perjalanan dari pintu tol Pondok Gede hingga keluar tol dalam kota di Semanggi ditempuh 1 jam! Akhirnya kami sampai di menara Thamrin jam 9.20. Sampai di sana kami sarapan dulu kemudian naik ke lantai 18 menara Thamrin. Dan ternyata mereka belum siap :( Kami baru berangkat jam 11an dengan membawa beberapa alat untuk drive test seperti inverter, ups, modem, radioa, dan antena.


Renacanya kami akan mencari 8 lokasi untuk dijadikan lokasi drive test masing-masing sektor 2 lokasi. Lokasi pertama sudah didapat,namun ketika akan dimonitor ternyata operator NMS sedang makan siang karena memang sudah masuk waktu makan siang. Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dulu. Selasai makan siang dan shalat kami kembali ke lokasi pertama tadi. Kami setup semua alat yang akan digunakan. Setelah semua alat selesai di-setup muncul masalah. Masalah pertama adalah interface antara modem dengan laptop. Keluaran modem menggunakan port serial sedangkan laptop yang digunakan tidak memiliki port serial sehingga digunakan adapter serial-to-USB. Dan ternyata ada masalah dengan adapter tersebut sehingga laptop tidak dapat ber'komunikasi' dengan modem. Setelah dicoba cukup lama akhirnya kami menghubungi pihak vendor yang kebetulan juga sedang melakukan pointing di daerah Gunung Sahari. Mereka menggunakan laptop yang ada port serial-nya. Kami memutuskan untuk meminjam laptop mereka sekaligus untuk mengecek apakah memang benar ada masalah dengan adapter serial-to-USB kami.


Setelah bertemu dengan pihak vendor di suatu tempat kami kembali ke lokasi pertama tadi bersama orang vendor karena mereka yang punya laptop yang ada serial port-nya. Setelah menggunakan laptop yang ada serial port-nya laptop bisa ber'komunikasi' dengan modem menggunakan hyperterminal. Namun ternyata modem belum bisa mendapatkan sinyal setelah di-pointing beberapa kali. Akhirnya operator NMS diperintahkan untuk me-restart BTS. Setelah BTS di-restart dan usaha yang cukup keras akhirnya kami bisa mendapatkan sinyal dengan RSL terbaik -55 dBm pada jarak sekitar 760 m dari BTS. Ternyata pada BWA 2 10.5 GHz yang mensyaratkan hubungan LOS posisi antena harus benar-benar tepat mengarah ke antena BTS karena bergeser sedikit saja RSL-nya bisa turun hingga -70an dBm. Kemarin kami tidak menggunakan pole atau sejenisnya untuk meletakkan antena tetapi kami letakkan antena di atas mobil dengan pegang menggunakan tangan.


Fiuuuuh... akhirnya setelah berusaha dengan sekuat tenaga pengujian selesai pada jam 5 sore. Ada senang namun sedikit kecewa juga. Senang karena akhirnya kami bisa memperoleh data kecewa karena kami hanya mendapatkan 1 lokasi dari rencana semula 8 lokasi. Namun itu terjadi karena ketidaksiapan pihak yang menginginkan drive test dan interfacing antara laptop dengan modem. Mungkin catatan untuk drive test berikutnya sebaiknya semua peralatan disiapan terlebih dahulu seperti UPS yang sudah di-charge sehingga ketika di lokasi tidak perlu men-charge lagi. Sebaiknya juga menggunakan laptop yang ada serial port-nya karena selama ini berdasarkan pengalaman belum pernah berhasil menggunakan adapter serial-to-USB. Mungkin teknologinya belum mature atau kenapa saya tidak tahu. Tetapi untuk lebih amannya menggunakan laptop yang ada serial port-nya saja meski sekarang sudah jarang laptop yang ada serial port-nya karena sebagian besar laptop baru hanya menyediakan port USB.


 

Sejak 13 Februari 2006, Anda pengunjung ke: