Sebuah Refleksi Diri

Monday, September 22, 2008

A New Hope

Beberapa waktu yang lalu saya sempat putus asa dengan kelanjutan tesis saya. Waktu itu gara-garanya synthesizer yang akan digunakan dalam SFCWGPR tidak bisa diprogram. Seharusnya synthesizer-nya bisa diprogram untuk menghasilkan sinyal dengan frekuensi tertentu sesuai dengan yang diperintahkan. Synthesizer ini juga bisa dijalankan dalam mode sweep dengan rentang dari 600 MHz hingga 1700 MHz. Setelah beberapa kali pengetesan, baru hari ini synthesizer-nya bisa diprogram.

Pada pengetesan pertama gagal karena tegangan dari voltage regulator-nya turun menjadi 3.6 volt yang seharusnya 5 volt. Padahal sebelum dikenai beban tegangannya 5 volt, tapi setelah dikenai beban tegangannya turun menjadi sekitar 3.6 volt. Penurunan tegangan ini disebabkan oleh IC voltage regulator yang kurang bagus. Voltage regulator yang bagus tegangannya tidak boleh turun meski sudah diberi beban dengan arus yang sesuai. Dari datasheet synthesizer, arus yang dibutuhkan masih dalam batas kemampuan IC tersebut, sehingga seharusnya tegangannya tidak turun ketika diberi beban. Tegangan 3.6 volt tidak cukup sehingga synthesizer tidak bisa diprogram karena pll-nya tidak mau nge-lock. Solusi dari masalah ini adalah dengan membuat voltage regulator yang baru dengan IC yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Namun karena kebutuhan power supply DC 5 volt cukup mendesak, maka solusi sementaranya adalah dengan menggunakan power supply DC portable.

Dengan menggunakan power supply DC potable, saya melakukan pengetesan yang kedua. Pada awalnya sempat berhasil. Saya sudah gembira waktu itu karena synthesizer-nya sudah bisa diprogram. Namun pada akhir-akhir pengetesan, power supply DC-nya diganti dengan yang lebih jadul punya lab. Radar (power supply DC sebelumnya milik lab. Devais dan Pemrosesan IC). Petaka terjadi ketika menggunakan power supply DC milik lab. Radar. Tiba-tiba saja tegangan dari power supply DC naik melebihi 5 volt. Saya langsung panic, dan power supply-nya saya matikan. Yang kepikiran waktu itu adalah chip synthesizer-nya bakal jebol. Dan dugaan saya benar, setelah kembali dicoba dengan power supply DC yang pertama, synthesizer rusak. Synthesizer-nya tidak bisa diprogram lagi karena tidak bisa nge-lock lagi meskipun tegangannya sudah 5 volt. Hal ini dapat dilihat pada tegangan lock detector. Tegangan lock detector akan high jika pll sudah lock, dan akan low jika tidak lock. Sempat down lagi gara-gara kejadian ini.

Namun untungnya waktu membeli evaluation board waktu itu, dibeli juga 2 chip baru yang bisa untuk menggantikan chip yang rusak. Tapi ternyata kaki-kakinya agak sulit jika disolder secara manual menggunakan solder konvensional. Saya harus mencari tukang solder yang bisa menyoldernya. Akhirnya saya menemukan tukang solder yang bisa menyolder chip tersebut di Bandung Electronic Center (BEC) Bandung. Sempat ragu juga dengan kemampuan mereka. Namun setelah melihat hasil solderannya jadi optimis lagi.

Hari jumat kemarin saya melakukan pengetesan yang ketiga. Ternyata tukang solder-nya bisa diandalkan juga. Synthesizer-nya sudah bisa diprogram lagi. Akan tetapi masalah masih belum mau pergi begitu saja. Ternyata sekarang synthesizer-nya hanya mau diprogram untuk mengeluarkan sinya dengan frekuensi 1200 -1800 MHz. Padahal seharunya adalah 600-1700 MHz. Duuuh… kenapa lagi ini? Akhirnya saya mencoba menghubungi perusahaan synergy yang kebetulan sebagai pembuat synthesizer tersebut. Setelah beberapa kali email saya kirimkan ke mereka, diperoleh sebuah solusi. Saya mulai berdoa semoga solusi tersebut berhasil sehingga saya bisa memprogram synthesizer untuk mengeluarkan sinyal dengan frekuensi 600-1700 MHz.

Hari ini saya mencoba lagi untuk pengetesan yang keempat. Setelah semua peralatan terangkai dengan benar, saya langsung mencoba cara yang diberikan oleh David P. Lashinsky, salah seorang dari synergy corp. Ternyata solusi yang disarankan olehnya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Synthesizer belum bisa diprogram untuk mengeluarkan sinyal di bawah 1200 MHz. Setelah beberapa kali mengutak-atik software-nya, akhirnya synthesizer-nya bisa mengeluarkan sinyal dengan frekuensi 600-1700 MHz. Sebenernya ada unsure ketidaksengajaan juga ketika saya menemukan caranya. Mungkin memang sudah diberikan jalan oleh-Nya bahwa dengan terus berusaha insya Allah pasti ada jalan keluar. Dan Alhamdulillah jalannya sudah ditemukan.


Meskipun synthesizer-nya sudah bisa mengeluarkan sinyal dengan frekuensi 600-1700 MHz, muncul beberapa masalah baru yaitu:

  • Bagaimana cara mem-program synthesizer menggunakan microcontroller. (sambil ngelirik Adam)
  • Bagaimana cara menghilangkan frekuensi harmonic dari synthesizer yang selisihnya dengan sinyal utama hanya sekitar 6 dB. (kalau yang ini blm tau solusinya)

Meskipun masih ada beberapa masalah tersebut di atas, namun setidaknya sudah menambah kepercayaan diri saya untuk meneruska tesis ini dan memulai untuk menuli paper. Semangat!!!

Labels: ,

Wednesday, August 27, 2008

Saatnya Pesan Tiket Kereta

Hari Selasa kemarin saya kembali ke Jakarta untuk menghadiri presentasi dengan lintasarta. Namun kali ini ada yang berbeda. Jika biasanya pergi dan pulangnya naik mobil,kali ini hanya perginya saja yang naik mobil. Pulangnya kami naik kereta. Di stasiun gambir sudah tampak antrian untuk pemesanan tiket kereta H-30 karena sudah dekat dengan lebaran.Karena biasanya agak susah untuk mendapatkan tiket kereta pas lebaran, saya berinisiatif untuk langsung memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 26 September 2008 karena kemarin adalah tanggal 26 Agustus 2008.

Saya naik kereta dari stasiun Gambir pukul 14.30. Kereta tiba di stasiun Bandung sekitar pukul setengah 6 sore. Turun dari kereta saya langsung menuju ke ATM untuk mengambil uang karena uang yang saya bawa tidak cukup untuk membeli tiket kereta. Dari ATM saya menuju loket pemesanan tiket, dengan terlebih dahulu mengisi formulir pemesanan tiket. Di situ saya tulis untuk tanggal keberangkatan 26 September 2008. Pas di loket terjadilah percakapan seperti ini:


penjaga loket: "Pesen tiket buat tanggal 26 September?"

saya: "Iya mbak."
penjaga loket: "Belum boleh mas, untuk tanggal 26 September baru boleh pesen besok."
saya: "(dengan nada sok tau) Bukannya sekarang tanggal 26 Agustus mbak? Harusnya udah bisa dong pesen tiket untuk tanggal 26 September?"
penjaga loket: "Iya mas,tapi bulan Agustus kan sampe tanggal 31, jadi sekarang masih H-31."
saya:"Oh iya,makasih mbak. (sambil pergi meninggalkan loket dengan sedikit malu)"

Keesokan harinya saya dapet kabar dari temen saya, bahwa dia sudah tidak mendapatkan tiket kereta untuk jadwal keberangkatan tanggal 26 September untuk ke arah Solo. Padahal dia beli tiket sekitar jam 11 siang. Kalau musim mudik lebaran seperti ini biasanya banyak calo yang memanfaatkan momen ini. Tiket menjadi susah didapat. Dan kalau pun ada, di tangan cali harganya bisa menjadi 2x lipat :-o

Labels:

Saturday, April 12, 2008

Ngawas Ujian

Hari jumat kemarin, tanggal 11 April 2008, saya menjadi pengawas ujian Sistem Komunikasi I. Selama ujian saya memperhatikan beberapa mahasiswa peserta ujian dan tingkah lakunya selama ujian. Ternyata tingkah laku mereka cukup unik. Saya mengatakan demikian karena ketika saya menjadi mahasiswa S1 sepertinya tidak ada diantara kami yang bertingkah laku seperti tiu.

Tingkah laku mereka yang saya perhatikan seperti sengaja terlambat masuk ke ruang ujian karena masih belajar di luar kelas. Ujian dimulai pukul 13.00 - 15.00 wib. Namun ada mahasiswa yang baru masuk pukul 13.30 wib. Mungkin si mahasiswa merasa belum siap jika masuk ujian tepat waktu, jadi untuk menambah ke"pede"annya dia belajar lagi beberapa menit sebelum ujian. Padahal menurut saya belajar beberapa menit atau bahkan beberapa jam sebelum ujian tidak efektif, malah bisa membuat kita makin panik.

Ada juga yang karena mungkin tidak bisa mengerjakan soal selalu melirik ke teman di sebelahnya. Dan setelah lembar jawaban di serahkan isinya ternyata hanya salinan soal saja. Lebih dari satu orang yang melakukan ini. Saya juga tidak tahu kenapa mereka hanya menyalin soal saja. Apakah soalnya yang terlalu sulit atau mereka yang tidak memahami apa yang diajarkan atau mereka malas belajar. Menurut saya pribadi, jika mereka mengerti dan memahami materi yang diajarkan saya yakin mereka pasti bisa mengerjakan, karena soalnya tidak jauh dengan soal latihan yang pernah diberikan, jadi kemungkinan pertama sangat kecil. Jika karena alasan yang kedua, harusnya ini bisa diatasi dengan bertanya kepada dosen ketika kuliah atau bertanya kepada temannya yang lebih mengerti. Mungkin juga hal ini jarang terjadi karena rata-rata mahasiswa Teknik Elektro ITB gengsinya cukup besar. Sedangkan jika karena alasan yang ketiga berarti itu memang kesalahan mahasiswa yang bersangkutan, bukan salah dosen atau teman-temannya.

Tingkah laku yang lain lagi adalah tidur ketika ujian. Ada diantara mereka yang tidur selama ujian. Entah karena sudah selesai mengerjakan soal ujian atau karena sudah tidak bisa lagi mengerjakan soal sehingga dia lebih memilih untuk tidur. Memang selama ujian di luar terjadi hujan dan suhu ruangan juga cukup sejuk karena temperatur AC saya pasang pada 22 derajat celcius.Hmmm...Ada-ada saja.

Labels:

Friday, November 23, 2007

Pekan Sibuk

Sudah sebulan lebih tidak pernah update blog ini lagi. Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin saya tulis di sini. Mungkin karena saking banyaknya saya sendiri bingung mana yang mau saya ceritakan di sini *hehehe...*.

Akhir-akhir ini memang kerjaan saya lagi banyak *hayyah*. Tapi memang bener koq. Kalau tidak percaya coba tanya saja sama temen di sebelah saya ini :p Karena saking banyaknya, saya jadi sering bolos kuliah. Hal yang sebenarnya jarang sekali saya lakukan waktu kuliah dulu. Tapi apa boleh buat, tanggung jawab yang mengharuskan saya untuk pergi ke luar kota dan sebagainya.


Pekan depan sepertinya bakal makin sibuk. Pertama: ngurus administrasi riset dari dirjen postel seperti laporan akhir (padahal dananya belum cair tapi sudah disuruh bikin laporan), log book (per hari!!!), surat penagihan, dsb. Kedua: sebenarnya ini masih ada kaitannya dengan yang pertama tadi, yaitu membuat paper untuk
TSSA 2007. Dalam proposalnya saya mencamtumkan bahwa salah satu output dari riset tersebut adalah paper yang diikutsertakan dalam sebuah konferensi. Ketiga: selain jadi peserta TSSA 2007, saya diberi amanah untuk menjadi koordinator panitia teknis TSSA 2007. Yang bikin tambah puyeng adalah pemberitahuan yang sangat mendadak. Karena persiapannya memang serba mendadak. Meskipun demikian acara tersebut harus bisa berjalan dengan baik demi nama baik STEI ITB. Keempat: pekan depan ada rencana tim radiosonde untuk berangkat ke BMG di Cengkareng untuk melakukan beberapa kali peluncuran. Direncanakan di sana selama 3 hari. Kalau begini ceritanya bisa dipastikan saya bolos kuliah lagi *hiks...*. Padahal saya tidak ingin bolos kuliah lagi karena saya sudah ketinggalan beberapa materi. Semoga saja rencana yang ke Cengkareng masih bisa berubah.

Labels:

Friday, August 24, 2007

Pekan Pertama yang Aneh

Aneh di sini lebih mengarah ke sesuatu yang jarang terjadi, bukan benar-benar sesuatu yang aneh :D

Keanehan pertama: Dua mata kuliah yang berbeda, kelasnya digabung jadi satu. Yang satu mata kuliah S2 dan satunya lagi mata kuliah S1. Selama saya kuliah baru kali ini mengalami hal seperti ini. Dengan digabungnya kelas ini jumlah mahasiswanya jadi lebih banyak. Belum lagi untuk menentukan jadwalnya agak susah, karena kelasnya besar yang terdiri dari mahasiswa S1 dan S2. Jadwal yang seharusnya dari departemen harus diubah karena ada mahasiswa S1 yang bentrok dengan mata kuliah lain. Jika kelasnya tidak digabung mungkin tidak perlu mengubah jadwal kuliah karena pesertanya hanya mahasiswa S1 atau S2 saja. Karena yang mengusulkan penggabungan jadwal adalah dosen yang bersangkutan, maka beliau mau tidak mau harus mengakomodir semua kepentingan. Tapinya jadinya malah jadwalnya nggak jelas karena belum fix.


Alasan penggabungan kelas adalah bahwa menurut dosen yang mengajar materi dua mata kuliah tersebut hampir sama hingga tiga pekan terakhir menjelang UAS. Kata beliau yang membedakan keduanya hanya pada aplikasinya saja. Saya sendiri tidak tahu apakah hal seperti ini diperbolehkan -penggabungan kelas dua mata kuliah yang berbeda- oleh departemen. Dengan kejadian ini jelas ada yang diuntungkan dan dirugikan. Yang diuntungkan jelas sang dosen. Sekali ngajar dianggap ngajar dua mata kuliah karena absensinya ada 2 masing-masing untuk mahasiswa S1 dan S2. Sedangkan yang dirugikan adalah mahasiswa. Jika sebelumnya kelasnya kecil karena pesertanya sedikit, sekarang kelasnya menjadi besar. Semakin banyak jumlah peserta kuliah biasanya semakin tidak kondusif suasana belajarnya.


Keanehan kedua: Jumlah mahasiswi di kelas lebih banyak daripada mahasiswa. Untuk jurusan atau program studi yang banyak mahasiswinya seperti biologi atau teknik lingkungan mungkin hal ini sudah biasa. Tapi jika terjadi di prodi teknik elektro (baca: telekomunikasi) sudah pasti ini kejadian langka. Jumlah mahasiswanya saja jauh lebih banyak daripada mahasiswinya. Setidaknya hal ini bisa membawa perubahan suasana belajar.

Labels:

Thursday, August 23, 2007

Beasiswa

Kemarin sore diberitahu teman bahwa hari ini saya dan beberapa orang yang lain yang dulu pernah mengajukan beasiswa dari depdiknas dipanggil ke lskk untuk mendapatkan penjelasan dari salah satu dosen disana.

Beliau bilang pada dasarnya kami "direncanakan" akan memperoleh beasiswa tersebut. Namun untuk mendapatkan beasiswa tersebut ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi selama menempuh pendidikan S2. Dari penjelasan tersebut membuat saya berpikir kembali untuk mengambil beasiswa tersebut atau tidak. Bukannnya apa-apa, salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi saya agak berat, mengingat background pendidikan saya yang agak berbeda dengan tugas yang harus saya selesaikan. Belum lagi masih ada beban kuliah (tugas + ujian) dan penelitian yang sedang berjalan. Membayangkannya saja sudah bikin kepala puyeng.


Pekan depan sudah harus ada keputusannya, apakah mengambil beasiswa ini atau tidak. Kemungkinan pekan depan adalah penandatanganan kesepakatan hitam di atas putih. Duh... mau dapet beasiswa saja koq begini ya??? :D

Labels:

Monday, June 25, 2007

Kenapa Harus Berubah?

Pekan kemarin sudah berhasil saya lewati. Target sudah tercapai meski dengan sedikit kerja keras dan akhirnya tepar juga *hiks*. Alhamdulillah teparnya "cuma" dua hari. Jadi nggak terlalu lama.

Dua pekan ke depan saya sudah mempunyai target baru. Namun pada hari Jumat kemarin menerima sms dari si bos, yang isinya kurang lebih bahwa akan ada sedikit perubahan rencana dari sebelumnya. Dengan perubahan rencana tersebut diharapkan hasil yang diperoleh lebih baik dari rencana sebelumnya. Oleh karenanya kami harus bekerja lebih keras lagi. Agar hasilnya nanti tidak mengecewakan orang nomor satu di Indonesia ini *semoga*.

Kalau saya sendiri sebenarnya tidak berharap hal itu terjadi. Dengan prosedur sebelumnya buat kami itu sudah cukup. Untuk yang sekarang ini disamping prosedurnya akan lebih rumit (mudah-mudahan tidak), buat kami itu juga akan membuat sedikit tekanan bagi tim. Khawatir jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena di sana akan hadir beberapa orang penting di negeri ini. Manusia khan memang hanya bisa berencana, Allah-lah yang menentukan. Inginnya semua dapat berjalan dengan lancar.

Arghhh, terpakasa harus mengeset ulang rencana-rencana sebelumnya. Harus pandai-pandai membagi waktu. Padahal saya kurang begitu pandai dalam hal membagi waktu. Semoga saja semuanya berjalan dengan baik. Dan rencana saya sebelumnya bisa berjalan dengan lancar.

Labels:

Monday, June 18, 2007

Minta Tanda Tangan

Hari ini saya berangkat ke kampus dengan hati gembira. Proposal sudah dijilid dan "tinggal" minta tanda tangan kepada orang yang bersangkutan dengan harapan proposalnya bisa di-submit hari ini juga. Meskipun dari ristek sendiri penyerahan proposal paling lambat adalah tanggal 20 Juni 2007, namun Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB (LPPM-ITB) minta batas akhir penyerahan proposal kepada mereka adalah hari ini. Sedangkan kami berada di bawah LPPM jadi mau tidak mau harus melalui LPPM lebih dahulu.

Tadi pagi sudah dapet beberapa tanda tangan. Sebelum diserahkan ke LPPM saya butuh satu lagi tanda tangan dari petinggi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 wib. Dari salah satu dosen ada yang bilang bahwa beliau -petinggi STEI- hari ini akan pergi ke Jakarta. Mendengar berita tersebut saya cukup panik karena jika benar beliau sudah pergi ke Jakarta itu artinya saya tidak bisa mendapatkan tanda tangan beliau hari ini dan artinya lagi saya tidak bisa menyerahkan proposal ke LPPM hari ini.

Segera setelah mendengar kabar tersebut saya langsung menghubungi STEI. Orang yang saya hubungi bilang bahwa saat itu beliau sedang ada tamu. Dalam pikiran saya beliau belum bisa diganggu saat itu. Saya menunggu beberapa saat kira-kira tamunya sudah pergi. Setelah beberapa saat akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke STEI menemui beliau untuk minta tanda tangan. Dan apa yang terjadi di sana adalah di luar dugaan saya. Ketika saya tiba di STEI ternyata beliau baru saja berangkat ke Jakarta. Belum ada 5 menit kata orang di sana. *hiks*

Dan akhirnya saya belum bisa menyerahkan proposal ke LPPM hari ini, gara-gara terlambat beberapa menit saja. Arggghhh...

Labels:

Friday, May 04, 2007

Pengamen Jalanan

Kemarin malam selesai nonton bareng Spiderman 3 di Ciwalk XXI, saya dan teman-teman tidak langsung pulang tapi nyari tempat makan dulu karena sebelum berangkat nonton kami belum makan malam. Kami mencari tempat makan yang terdekat dan terjangkau yaitu di sekitar Balubur.

Ketika kami akan pulang dari tempat makan, terdengar suara pengamen jalanan menyanyikan lagunya republik. Liriknya kira-kira seperti ini:

Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo

Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo

*maaf kalo wowo-nya juga saya sertakan.


Entah kenapa saya jadi suka sama lagu itu. Apa karena sering mendengar di radio dan mp3 atau karena yang lain. Entahlah.

Labels:

Saturday, April 21, 2007

21 April

Tadi pagi ketika saya akan berangkat menuju ke sabuga untuk joging, saya ketemu dengan anak-anak TK yang memakai baju kebaya. Beberapa saat setelah itu saya baru sadar kalau hari ini tanggal 21 April, yang biasa kita peringati sebagai hari Kartini.

Kejadian ini mengingatkan saya pada masa sekolah dahulu. Setiap tanggal 21 April, untuk memperingati hari Kartini, di sekolah selalu diadakan beberapa perlombaan, seperti lomba memakai baju kebaya, lomba memasak, dan lain sebagainya. Lomba tersebut biasanya yang berhubungan dengan kegiatan perempuan sehari-hari. Lucu saja jika ingat masa sekolah dulu.

Tentu saja untuk memperingati hari Kartini tidak hanya dilakukan dengan ritual perlombaan seperti di atas. Tetapi dengan memperingati hari Kartini, diharapkan para perempuan Indonesia dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan Kartini pada masa itu. Kartini telah menyuarakan emansipasi wanita pada waktu itu, namun bukan emansipasi kebablasan seperti yang sekarang terjadi. Saya tidak akan membicarakan emansipasi kebablasan tersebut dalam tulisan ini. Jika dibahas mungkin akan cukup panjang ceritanya.

Sebagai manusia dia tidak bisa melawan kodratnya sebagai perempuan. Dimana pun dia berada, dia tetaplah seorang perempuan yang mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana hak dan kewajiban seorang laki-laki. Mungkin istilah hak dan kewajiban disini lebih tepat jika diterapkan untuk perempuan dan laki-laki yang sudah menikah, karena jika diterapkan untuk mereka yang belum menikah maka maknanya akan berbeda.

Saat ini banyak sekali perempuan yang bekerja di luar rumah, padahal sang suami masih mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Tentu saja seorang istri yang memutuskan untuk tetap bekerja harus dengan ijin suami. Memang alasan seorang istri untuk bekerja berbeda-beda. Jika alasannya hanya untuk mencari uang, apakah alasan ini cukup kuat sedangkan sang suami masih mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya? Jika alasannya ingin mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki -mungkin ini termasuk salah satu yang saya maksudkan dengan emansipasi yang telah kebablasan tadi- untuk diperbolehkan bekerja, saya rasa ini juga kurang kuat. Untuk apa mengumpulkan banyak harta jika akhirnya rumah tangganya tidak terurus. Anak-anaknya lebih banyak berinteraksi dengan baby sitter daripada ibunya. Begitu juga sang suami jarang dilayani ketika berada di rumah.

Perempuan-perempuan sekarang memang lebih cerdas daripada perempuan jaman dahulu. Namun kodratnya sebagai perempuan tidak akan pernah hilang sampai kapan pun. Jika perempuan tetap ingin bekerja, sebaiknya bekerja tidak hanya untuk mengejar materi tetapi lebih untuk memberikan manfaat kepada lingkungannya berdasarkan ilmu yang dimiliknya. Namun tanggung jawabnya di rumah tangga tetap harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Labels:

Tuesday, April 10, 2007

Parameter Keberhasilan

Beberapa jam sebelum saya pindahan, saya dan teman saya menyempatkan diri untuk bersilaturrahim ke salah seorang tetangga di komplek Salendro Timur. Sebenarnya kami sudah diundang untuk berkunjung ke rumahnya beberapa hari sebelumnya. Karena kesibukan masing-masing kami tidak sempat untuk bersilaturrahim ke rumahnya. Baru ketika kami akan pindahan, mau tidak mau kami usahakan untuk dapat berkunjung ke rumahnya meskipun pekerjaan beres-beres barang belum selesai.

Sebenarnya tujuan kami ke sana adalah disamping untuk bersilaturrahim kami juga sekalian ingin berpamitan dengan beliau. Secara kami sering bertemu dengan beliau setiap selesai sholat berjamaah di masjid terdekat.

Dari obrolan singkat kami di sana, muncul kesimpulan dari kami berdua bahwa salah satu parameter keberhasilan seseorang adalah materi. Berapa gajinya sebulan. Berapa harga rumahnya. Berapa biaya yang dihabiskan untuk membeli perabot rumah. Berapa tagihan telepon sebulan. Berapa biaya hidup sebulan. Dan masih banyak lagi yang semuanya didasarkan pada jumlah materi. Mungkin tidak semua orang beranggapan demikian. Namun pendapat itu merupakan salah satu cermin masyarakat kita saat ini. Wajar jika saat ini banyak masyarakat kita yang berlomba-lomba memperbanyak materi demi mendapatkan status sosial. Bahkan tidak sedikit pula menggunakan cara yang tidak halal untuk memperolehnya.

Bagi saya materi itu memang penting tapi bukan segala-galanya. Dengan materi kita bisa makan. Dengan materi kita bisa membeli pakaian, rumah, kendaraan, sekolah, dan lain sebagainya. Tidak ada salahnya memang memiliki banyak materi. Yang tidak benar menurut saya adalah memandang bahwa materi merupakan satu-satunya parameter keberhasilan seseorang. Jika materinya kurang atau hidupnya pas-pasan dianggap tidak berhasil dan tidak memiliki prestasi. Padahal banyak ilmuwan yang hidupnya pas-pasan namun mereka dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Seandainya saya memiliki istri salehah seperti kamu saja saya akan sangat bersyukur. Kebahagiaan kadang tidak dapat dibeli dengan materi. Saya yakin dapat membahagiakan kamu kelak jika Allah berkehendak. Saya berusaha selalu ada di saat kamu membutuhkan. Kehadiranmu tidak akan tergantikan oleh siapa pun. Tidak akan saya biarkan siapa pun mengganggumu. Mungkin hanya waktu yang mampu menjawabnya.

Labels:

Monday, April 09, 2007

Pindahan (lagi)

Long weekend sudah berakhir. Sudah saatnya kembali beraktifitas seperti biasanya. Di saat kebanyakan orang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur, saya malah sibuk mengurus pindahan. Acara pindahannya pun mendadak. Akibatnya saya tidak jadi menghadiri acara pernikahan teman saya di Surabaya. Maaf ya Dam, saya tidak bisa hadir. Semoga doa yang saya kirim sampai ke sana. Perubahan terjadi begitu cepat.

Keputusan untuk pindah harus segera saya ambil waktu itu juga sebelum terlambat. Semuanya terjadi di luar kemampuan saya. Kembali ke acara pindahan, ternyata capek juga ngurus pindahan. Dari mulai mencari tempat kos yang baru, mencari mobil sewaan untuk membawa barang, dan beres-beres barang yang akan dibawa. Berhubung barang bawaan saya cukup banyak, beres-beresnya pun baru selesai sekitar jam 3 sore kemarin. Padahal sudah mulai saya cicil dari hari sabtu sebelumnya. Sempat bingung juga memilah-milah mana yang harus dibawa dan mana yang layak untuk dibuang, takut suatu saat masih diperlukan :D

Sejak minggu malam saya sudah tidur di tempat yang baru. Entah sampai kapan saya akan bertahan di tempat yang baru ini.

Labels:

Monday, April 02, 2007

Fiuhhh...

Tidak terasa sudah masuk bulan April saja. Fiuhhh... masih banyak kerjaan yang belum terselesaikan. Banyak kerjaan yang masih tertunda. Target baru pun sudah menunggu di depan mata. Seandainya satu hari lebih dari 24 jam, mungkin semua rencana dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Aku belum bisa memberikan yang terbaik saat ini. Aku masih butuh waktu untuk terus belajar dan tentu saja disertai dengan kerja keras. InsyaAllah semuanya akan terwujud. Nothing is impossible.

Labels:

Thursday, February 15, 2007

Hari Rabu yang Melelahkan

Benar-benar capek sekali kemarin. Jam 7 malam diajak main futsal di lapangan pasir sabuga sampai jam 9 malam. Sudah lama tidak main futsal ditambah jumlah pemain yang sedikit -cuma 10 orang- itu pun tidak semuanya main. Mungkin jika jumlah pemainnya dua kalinya tidak akan terlalu capek, karena tidak harus mengejar bola kesana kemari :D Apalagi air minum yang tersedia hanya 1 botol ukuran 1,5 liter, untuk diminum 10 orang. Meski sudah minum rasa hausnya belum hilang. Akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di sekitar pasar Balubur karena sebelum main futsal kami belum makan dan hanya makan beberapa gorengan tempe, tahu, dkk.

Selesai makan malam, saya memutuskan untuk segera pulang. Sepeda motor saya parkir di belakang kampus. Ketika mulai saya jalankan sepeda motor, ternyata ada yang aneh pada sepeda motor saya. Ternyata ban belakang sepeda motor saya bocor. Saya sempat khawatir juga, apakah jam segini masih ada tukang tambal ban yang masih buka. Jam waktu itu menunjukkan sekitar pukul sepuluh malam. Saya tanya pak satpam dimana tukang tambal ban terdekat. Saya diberitahu bahwa tukang tambal ban terdekat berada di dekat perempatan lampu merah antara Jl. Ganesha dan Jl. Ir. H. Juanda. Dalam hati saya berharap semoga tukang tambal bannya masih buka. Sepeda motor saya dorong dari dalam kampus hingga tukang tambal ban yang dimaksud. Capek juga ternyata mendorong sepeda motor dalam kondisi ban belakang bocor. Keringat pun keluar dari kulit saya.

Beruntung tukang tambal bannya masih buka. Tadinya saya berpikir hanya bocor biasa saja. Tetapi setelah ban belakang dibuka ternyata ban dalamnya sudah rusak dan harus diganti dengan yang baru. Waduh, berarti saya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli ban dalam baru. Tapi tidak apa-apa, daripada saya tidak bisa pulang akhirnya saya ganti ban belakang sepeda motor saya dengan yang baru. Hitung-hitung bagi-bagi rezeki sama tukang tambal ban.

Sampai di rumah saya mandi air hangat. Berhubung belum ada yang memasakkan air panas, terpaksa deh manasin air sendiri :D *ngarep* Selesai mandi badan terasa segar kembali. Setelah selesai mandi dan sholat isya, saya istirahat berharap keesokan harinya fit kembali sehingga bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Tapi pegel-pegelnya ternyata masih terasa hingga hari ini. Hiks...

Labels:

Monday, February 12, 2007

Open House ITB 2007

Tanggal 9 - 11 Februari 2007 kemarin, ITB mengadakan sebuah acara yang berlangsung di Aula Barat dan Aula Timur ITB. Nama acaranya Open House ITB 2007. Acaranya semacam pameran yang pesertanya antara lain dari fakultas/sekolah yang ada di ITB dan lab., unit, atau perusahaan yang ada di lingkungan ITB. Acaranya sendiri cukup menarik. Meskipun tampak kurang maksimal, mungkin karena pemberitahuan dari pihak panitia yang tidak jauh-jauh hari sebelumnya.

Jika penasaran acaranya seperti apa, di sini saya sertakan foto-foto dari acara tersebut. Foto-fotonya dapat dilihat di sini. Mohon maaf jika fotonya masih sedikit. InsyaAllah akan saya tambah lagi :D

Labels:

Thursday, February 08, 2007

Gangguan Pencernaan :(

Sudah sejak kemarin saya mengalami gangguan pencernaan. Tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba saja perut terasa sakit dan sepertinya menolak untuk diberi makan. Untuk mengurangi rasa lapar, akhirnya saya paksakan juga untuk makan meski hanya sedikit dan makanan tertentu saja yang sepertinya mau diterima oleh perut saya.

Akhirnya kemarin saya pulang lebih awal dari biasanya. Padahal kemarin ada acara traktiran makan. Tidak apa-apa toh hari senin sebelumnya saya sudah ditraktir makan juga sama teman saya :D yang keesokan harinya pas bangun pagi kepala saya terasa pusing.


Hari ini sebenarnya saya berencana untuk tidak masuk kerja karena gangguan pencernaan saya belum sembuh benar. Namun saya paksakan juga untuk masuk karena saya sudah membuat janji dengan seseorang untuk bertemu hari ini. Jadi tidak enak untuk membatalkan janji tersebut. Siapa tahu dengan masuk kerja pencernaan saya bisa normal kembali. Tetapi bukannya pencernaan makin sembuh tetapi pernafasan malah terganggu akibat fogging yang dilakukan di gedung dan lingkungan sekitar saya bekerja. Ini dilakukan untuk mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah di tengah maraknya kasus demam berdarah di beberapa wilayah di Indonesia. Ya, mencegah lebih daripada mengobati. Selama fogging dilakukan saya pun keluar gedung untuk mencari udara yang lebih segar. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk fogging lama juga, hingga istirahat makan siang belum selesai juga :( Acara makan siang pun akhirnya mundur. Untung pencernaan saya belum begitu normal dan masih sedikit menolak diberi makanan, jadi mundurnya jam makan siang pun tidak terlalu bermasalah bagi saya :D

Labels:

Tuesday, February 06, 2007

Bandung Dingin Euy...

Sudah beberapa hari ini matahari tidak menampakkan dirinya di atas langit kota Bandung. Awan mendung selalu menutupi langit kota Bandung. Hujan hampir turun setiap hari, meskipun tidak sesering dan sederas hujan di kota Jakarta. Ada beberapa dampak yang dapat dirasakan dari kondisi ini, seperti:

  1. Suhu udara di kota Bandung jadi lebih dingin dari biasanya, (enaknya untuk tidur :D). Jadi makin sering memakai jaket.
  2. Jadi susah bangun pagi karena dinginnya udara pagi, pengennya tak beranjak dari atas tempat tidur. Bantal, guling, dan selimut selalu menggoda untuk minta ditemani.
  3. Jadi malas mandi pagi kecuali dengan air hangat :p
  4. Jemuran baju tidak kering-kering, padahal sudah dijemur lebih dari dua hari. Kering pun tidak kering benar :(
  5. Rawan terkena penyakit seperti flu, demam, dan sakit kepala karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Dalam kondisi seperti ini, selalu waspada dan menjaga kesehatan penting sekali. Semoga semuanya baik-baik saja.

Labels:

Thursday, November 02, 2006

Ini Pilihanku

Hidup ini penuh dengan pilihan. Setiap menusia memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, tanpa ada paksaan dari siapa pun. Dan setiap pilihan tersebut memiliki konsekuensi masing – masing. Sebagai seorang yang bertanggung jawab tentu harus siap menghadapi segala resiko yang mungkin akan muncul dari setiap pilihan yang diambilnya.

Hari ini aku telah mengambil sebuah keputusan yang menurutku inilah yang terbaik untukku saat ini. Dari beberapa pilihan yang ada, aku telah memilih salah satu diantaranya yang mungkin akan mengubah jalan hidupku ke depan. Mungkin juga inilah yang telah Allah tetapkan untukku. Apa pun yang terjadi tentu atas kehendak-Nya.

Aku berharap semoga aku tidak termasuk orang yang tidak mensyukuri nikmat-Nya. Orang lain mungkin akan beranggapan bahwa aku telah kufur nikmat. Namun demikian aku benar – benar jauh dari anggapan seperti itu. Aku mengambil keputusan ini karena aku berpikir bahwa inilah jalan yang terbaik untukku saat ini.

Inilah keputusanku. Semua ini akan menjadi bagian dari perjalanan hidupku di dunia ini.

Labels:

Tuesday, October 31, 2006

Sarapan Pizza

Sejak saya tinggal di Bandung, menu sarapan saya tidak jauh – jauh dari nasi kuning dan bubur ayam. Karena memang menu itulah yang mudah ditemukan pada pagi hari. Mungkin karena merasa bosan atau kenapa, kadang saya memilih untuk tidak sarapan, paling hanya makan makanan kecil seadanya saja. Namun menu sarapan saya hari ini berbeda dari biasanya. Sesuai dengan judul di atas, hari ini saya sarapan pizza *halah kayak nggak pernah makan pizza aja*.

Menurut saya memang tidak lazim pizza digunakan untuk sarapan. Karena pizza memang tidak ditujukan untuk sarapan. Kedai yang menjual pizza saja baru buka pada siang hari. Karena belum ada kedai pizza yang buka pada pagi hari, tentu saja pizza yang saya makan itu bukan pizza hari ini tapi pizza sisa tadi malam. Jujur saja, sebenarnya saya jarang makan pizza, mungkin karena harganya yang tidak sesuai dengan kantong saya.

Lalu kenapa tiba – tiba ada sisa pizza tadi malam? Kebetulan tanggal 30 Oktober kemarin, teman satu mess saya ada yang ulang tahun. Sebut saja S. Sepulang dari kantor dia memesan 2 porsi pizza ukuran sedang dan sebotol softdrink ukuran 1,5 liter. Saya sendiri tidak tahu kalau S membeli pizza untuk orang – orang di mess. Sendainya S memberitahu sebelumnya bahwa dia akan membeli pizza saya tidak akan membeli makan malam di luar *hehehe*. Saya tidak ikut menikmati pizzanya karena sebelum pulang ke mess saya sudah membeli makan malam. Akhirnya pizzanya hanya dimakan oleh dua penghuni mess saja, karena dua penghuni lainnya masih menikmati mudik lebaran di kampung halamannya.

Dua porsi pizza itu tentu saja tidak habis dimakan hanya oleh dua orang. Itulah kenapa pizzanya masih tersisa hingga pagi tadi. Jika penghuni mess sudah lengkap sudah dapat dipastikan pizzanya akan habis dalam sekejap dan tidak akan tersisa lagi.

Meskipun sisa tadi malam, ternyata rasanya masih enak. Sebelum saya makan, pizzanya sudah saya hangatkan terlebih dahulu di magic jar. Setelah melahap dua potong pizza saya langsung berangkat menuju ke kantor. Setidaknya hari ini saya pergi ke kantor tidak dengan perut kosong lagi seperti kemarin. Alhamdulillah.

Labels:


 

Sejak 13 Februari 2006, Anda pengunjung ke: